Kasus henti napas pada bayi seperti tersedak atau tenggelam sering kali terjadi tanpa gejala awal yang jelas dan membutuhkan penanganan cepat. CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (Resusitasi Jantung Paru) adalah langkah yang penting untuk menjaga aliran oksigen ke tubuh bayi sampai bantuan medis tiba. Berhentinya sirkulasi darah dapat menyebabkan kerusakan otak dalam waktu 4 menit, sehingga pemberian CPR yang tepat sangat krusial.
Prosedur CPR pada bayi dilakukan dengan memberikan 30 kompresi dada di bagian tengah dada dengan kedalaman sekitar 1,5 inci dan kecepatan 100-120 kali per menit. Setelah itu, berikan 2 napas buatan dengan menutupi hidung dan mulut bayi. Pemberian CPR terbagi menjadi dua tahap, yaitu sebelum dan saat CPR dilakukan.
Sebelum memberikan CPR, pastikan bayi dan penolong berada di lingkungan yang aman. Selanjutnya, periksa kesadaran bayi dengan berteriak atau memanggil namanya. Jika bayi tidak merespons, segera hubungi bantuan medis. Saat memberikan CPR, posisikan bayi telentang dengan kepala dan leher lurus.
Ada teknik khusus dalam memberikan kompresi dada dan napas buatan tergantung usia bayi. Pastikan setiap langkah CPR dilakukan dengan benar dan konsisten hingga bantuan medis tiba atau bayi mulai bernapas. Kesimpulannya, pengetahuan teknis CPR pada bayi sangat penting untuk situasi darurat yang tidak terduga.
