Ketika FIA mengumumkan diskualifikasi McLaren dari Grand Prix Las Vegas, personel tim berada dalam perjalanan ke bandara internasional yang tidak jauh dari sirkuit. Kekalahan kedua MCL39 itu berdampak besar pada perebutan gelar juara dunia 2025 di Losail. Ketika Norris berada di Qatar, ia seharusnya memiliki keunggulan yang nyaman di klasemen keseluruhan, yang memungkinkan dia untuk bertahan tanpa perlu menang.
Namun, kondisinya telah berubah setelah diskualifikasi tersebut. Norris kini harus meninggalkan kepercayaan bahwa dia bisa tiba di Yas Marina sebagai pemimpin klasemen, bahkan jika ada kesalahan di Losail. Kepastian itu telah hilang, dan Norris sekarang harus berhati-hati agar tidak berada dalam posisi pengejar di Abu Dhabi.
Ini adalah ujian besar bagi kekuatan mental Norris, yang harus membangun kembali keunggulan setelah Grand Prix Brasil. Situasi ini memberi Verstappen dan Red Bull peluang yang baik untuk mengejar Norris, dengan tekanan pada pundaknya. Di sisi lain, diskualifikasi itu juga memiliki implikasi bagi Verstappen dan Red Bull, yang dapat mempengaruhi dinamika balapan di dua balapan terakhir musim ini.
Jadwal F1 GP Qatar akan menjadi momen krusial dalam perebutan gelar juara dunia, di mana Verstappen dan Norris akan berusaha untuk memaksimalkan potensi mereka. Ada spekulasi bahwa Verstappen bisa menggunakan kesalahan teknis dalam tim lawan untuk memberikan tekanan lebih lanjut. Namun, hal ini memberikan pertanyaan bagaimana strategi tim akan berjalan di sisa musim ini.
Perebutan Juara Dunia Terbuka: Peluang Kembali Bersaing
