Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat dalam NKRI

by -160 Views

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin kemarin. Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 mengenai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satu dari sepuluh tokoh yang menerima penghargaan tersebut adalah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi. Sultan Zainal Abidin Syah memainkan peran kunci dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, terutama Papua Barat, sebagai bagian dari NKRI. Lahir di Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara pada tahun 1912, Sultan Zainal Abidin Syah adalah sosok yang juga memiliki gelar Sultan Tidore dan merupakan Gubernur Irian Barat pertama dari tahun 1956 hingga 1961.

Pada masa Hindia Belanda, Sultan Zainal Abidin Syah menempuh pendidikan di sekolah dasar Belanda di Ternate dan melanjutkan ke sekolah menengah Belanda di Batavia. Ia juga mengikuti pendidikan tinggi di Makassar dan kemudian bekerja sebagai pegawai negeri di berbagai daerah, termasuk Ternate, Manokwari, dan Sorong. Selama pendudukan Jepang, ia diasingkan ke Jailolo sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Sultan Zainal Abidin Syah aktif dalam memperjuangkan kedaulatan Irian Barat, menegaskan hubungan historisnya dengan Kesultanan Tidore dan menolak penyerahan wilayah tersebut kepada Belanda. Berkat usahanya, Provinsi Perjuangan Irian Barat dibentuk pada 17 Agustus 1956 dan ia ditunjuk sebagai Gubernur Sementara Provinsi tersebut. Sultan Zainal Abidin Syah kemudian terus berjuang untuk pembebasan Irian Barat dengan mendapat jabatan staf di Departemen Dalam Negeri. Ia wafat pada 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon sebelum kerangka beliau dipindahkan ke Soa-Sio Tidore pada tahun 1986. Sultan Zainal Abidin Syah kini diabadikan sebagai nama salah satu jalan utama di Soa-Sio, yaitu Jalan Sultan Zainal Abidin Syah di Kecamatan Tidore Selatan. Seluruh perjuangannya mewarnai sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia, serta memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan wilayah NKRI.

Source link