Makassar, kota berusia 418 tahun, terus menegaskan perannya sebagai pusat inovasi dan kolaborasi di kawasan Indonesia Timur. Dengan motto “The City of Open Minds”, Makassar merayakan sejarah panjangnya sambil mendorong kreativitas, keterbukaan berpikir, dan sinergi antarwarga untuk membangun kota yang lebih maju dan berdaya saing. Menurut Syamsul Bahri, Ketua DPW Perisai Syarikat Islam Sulawesi Selatan, perayaan HUT ke-418 adalah saat yang tepat untuk merefleksikan sejarah dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Sebagai pelabuhan kosmopolit sejak masa lampau, Makassar telah menjadi tempat bertemunya berbagai bangsa, budaya, dan gagasan. Semangat tersebut masih terasa dalam keragaman aktivitas ekonomi, budaya, dan seni yang terus berkembang pesat di kota ini. Seiring dengan era digital dan urbanisasi, Makassar juga terus menyediakan infrastruktur modern yang ramah lingkungan dan adaptif.
Perayaan HUT ke-418 melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kota, akademisi, pengusaha, komunitas seni, hingga organisasi kemasyarakatan. Forum inovasi kota menjadi sarana bagi masyarakat untuk berbagi ide terkait pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini dipandang sebagai langkah untuk mempersiapkan generasi kreatif dan adaptif yang mampu menjadi penggerak inovasi di Makassar.
Budaya lokal tetap dijaga sebagai identitas kota, sementara inovasi terus didorong. Makassar tetap menjadi kota yang belajar dari sejarahnya sambil bergerak maju dengan pikiran terbuka, siap menerima perbedaan, dan bersinergi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan semangat “The City of Open Minds”, Makassar terus menjadi laboratorium ide bagi generasi mendatang, menjaga keberagaman, dan menjadi sumber inspirasi bagi kota-kota di Indonesia Timur.
