Coordinating Minister Airlangga Predicts Potential Drop in Trump Tariff to 19%

by -264 Views

Pada sebuah wawancara video di acara Real Talk with Uni Lubis: Behind the Call Between President Prabowo and Trump, dikutip dari IDN Times, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung terlibat dalam negosiasi revisi tarif perdagangan yang menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang “Hari Pembebasan” pada 2 April 2025.

Airlangga yang juga memimpin tim negosiasi lintas kementerian Indonesia, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo langsung merespons deklarasi Trump dan memerintahkan tim untuk mengirim surat resmi ke Gedung Putih. Dia menekankan bahwa Indonesia adalah negara pertama yang mengirim tanggapan resmi ke Washington, D.C.

Selain itu, Airlangga juga mencatat bahwa saat itu tim negosiasi—yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga—sedang bekerja pada diskusi perdagangan dengan OECD dan dalam konteks Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU–CEPA).

Langkah yang menentukan dalam menurunkan tarif ekspor Indonesia ke AS dari 32% menjadi 19% adalah bahwa dokumen perdagangan dan paket yang diajukan oleh Indonesia memenuhi semua standar kepatuhan yang diperlukan. Airlangga juga mengonfirmasi bahwa dia bertemu langsung dengan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, dan mengadakan pertemuan virtual dengan pejabat AS lainnya.

Hal yang menarik adalah bahwa percakapan telepon antara Presiden Prabowo dan Trump merupakan titik balik utama dalam menyelesaikan kesepakatan. Klip dari panggilan telepon tersebut dibagikan oleh Presiden Prabowo di akun Instagram resminya pada pertengahan Juli.

Akhirnya, kedua belah pihak mempertimbangkan negosiasi tersebut selesai. Tim mereka melapor kepada Presiden Trump, dan kami melapor kepada Presiden Prabowo. Terkait penurunan tarif menjadi 19%, pada akhirnya adalah keputusan kedua presiden tersebut selama panggilan telepon tersebut, demikian disimpulkan oleh Airlangga.

Source link