BGN Nutrition Service Operations Temporarily Suspended in East Nusa Tenggara

by -234 Views

Pada tanggal 28 Juli 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) telah sementara menghentikan operasi Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul penemuan makanan tidak layak dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). “BGN telah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan operasi unit SPPG yang terpengaruh hingga penyelidikan selesai dan sampel makanan MBG diuji sepenuhnya di laboratorium,” kata Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN, di Jakarta pada hari Senin (28 Juli).

BGN telah bermitra dengan lembaga independen, serta departemen kesehatan dan pendidikan setempat, untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut sambil terus memantau kesehatan siswa yang terpengaruh. “Atas nama Badan Gizi Nasional, kami menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada para siswa, orang tua, sekolah, dan semua pihak yang terkena dampak insiden ini dan penemuan makanan tidak layak dalam Program MBG,” kata Redy.

Beliau menekankan bahwa BGN mempertahankan nol toleransi terhadap kelalaian dalam pengadaan dan distribusi makanan MBG yang dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat. “Kesehatan dan keselamatan semua penerima MBG adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Badan tersebut aktif berkoordinasi dengan otoritas pemerintah setempat untuk memastikan respons di lapangan dilakukan dengan cepat dan efektif. “Insiden ini akan menjadi pelajaran penting bagi perbaikan masa depan kami,” tambah Redy.

Langkah korektif yang saat ini sedang dilakukan termasuk: Pemeriksaan mitra yang lebih ketat dan evaluasi reguler penyedia makanan, Standar kebersihan yang ditingkatkan, Peningkatan standar rantai pasokan dan pemantauan kualitas makanan, dan Pengembangan Prosedur Operasi Standar (SOP) berdasarkan praktik terbaik dan rekomendasi ahli.

“Badan Gizi Nasional sepenuhnya berkomitmen untuk memastikan bahwa Program MBG memenuhi semua standar keamanan pangan dan memberikan manfaat yang dimaksud tanpa mengorbankan kesehatan. Dengan dukungan dan kewaspadaan dari semua pihak terkait, kami yakin program ini dapat terus melayani masyarakat secara efektif,” tutup Redy.

Source link