Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) laut terus dilakukan untuk menemukan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Arus bawah laut yang deras membuat tim SAR kesulitan dalam mengidentifikasi kapal tersebut secara visual. Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada II, Laksma TNI Endra Hartono, menjelaskan bahwa penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) sedang dipertimbangkan untuk menyelam di arus yang kuat.
ROV yang saat ini dimiliki belum cukup kuat menahan arus laut di Selat Bali, sehingga tim sedang mencari ROV yang lebih tangguh. Meskipun semuanya memiliki fungsi yang sama, yaitu merekam kondisi bawah laut secara visual, spesifikasi teknis masing-masing berbeda terutama dalam hal kekuatan menghadapi arus laut.
Meskipun tim SAR gabungan terus melakukan upaya optimal, faktor arus laut tetap menjadi kendala utama. Meski objek yang mirip dengan KMP Tunu Pratama Jaya telah terdeteksi, langkah selanjutnya adalah menurunkan alat untuk melihatnya secara visual di bawah laut. Objek tersebut berada di kedalaman 49-52 meter dan bergeser 3,6 kilometer ke arah selatan dari jalur kabel bawah laut.
Meskipun kendala arus laut menjadi hambatan, TNI AL bersama tim SAR gabungan tidak menyerah dalam upaya pencarian KMP Tunu Pratama. Semua upaya terus dilakukan untuk memastikan proses identifikasi kapal yang tenggelam tersebut.
