Enea Bastianini, pembalap Tech3 yang sebelumnya membalap di Red Bull Ducati RC16, menghadapi tantangan besar dalam musim pertamanya. Setelah menyelesaikan debutnya dengan Avintia-Ducati di MotoGP 2021, Bastianini kemudian bersaing dengan Gresini di mana ia meraih posisi ketiga dalam klasemen tahun 2022. Kemudian, juara Moto2 2020 tersebut naik ke tim pabrikan Bologna. Namun, tahun pertamanya di KTM diwarnai dengan cedera dan ia hanya finis keempat dalam kejuaraan pada tahun kedua.
Musim ini, Bastianini, setelah meninggalkan Ducati dan bergabung dengan tim KTM satelit, mengalami perubahan dramatis. Dari kandidat kuat juara, ia kini berjuang untuk tidak finis di posisi terakhir setiap balapan. Saat ini, posisinya di klasemen adalah ke-15 dengan 31 poin, tertinggal 165 poin dari pemimpin klasemen, Marc Marquez.
Pada balapan di Silverstone beberapa minggu lalu, Bastianini mengalami penurunan performa drastis. Ia yang sebelumnya merupakan pembalap kompetitif pada tahun 2024 dengan Ducati, tiba-tiba menjadi yang menurutnya paling buruk di lintasan pada tahun 2025. Ia finis di urutan ke-17 dengan selisih waktu lebih dari 54 detik dari pemenang balapan, dan ini dianggapnya sebagai salah satu balapan terburuk dalam hidupnya.
Menghadapi balapan MotoGP Aragon yang merupakan pemberhentian kedelapan dalam kalender 2025, Bastianini berusaha meminta bantuan KTM untuk memperbaiki performanya. Setelah mendiskusikan masalah di Silverstone, ia berusaha membangun motivasi untuk tampil lebih baik di Aragon dan berharap bisa menemukan peningkatan yang diinginkannya.
Pada akhir pekan sebelum balapan di Aragon, Bastianini dan tiga pembalap KTM lainnya, yaitu Pedro Acosta, Brad Binder, dan Maverick Vinales, pergi ke pabrik KTM di Austria untuk melakukan penyesuaian pada ergonomi dan aerodinamika motor mereka. Semua pembalap berharap tes ini dapat membantu mereka untuk terus berkembang sesuai kebutuhan.
Meskipun memiliki kontrak untuk musim depan, Bastianini menyadari bahwa masa depannya di tim KTM Tech3 sedang dipertaruhkan. Kemungkinan KTM dan Tech3 mengurangi jumlah pembalap RC16 pada musim 2026 menjadi dua orang menjadikan situasi ini semakin tidak pasti. Oleh karena itu, Bastianini juga telah melakukan kontak dengan Aprilia jika ada kesempatan Jorge Martin meninggalkan tim Noale. Selain itu, ia juga mempertimbangkan opsi bergabung dengan Honda, baik dengan langsung mengontrak Luca Marini, atau melalui asosiasi Tech3 dengan pabrikan Tokyo untuk menjadi tim satelit. Penawaran ini telah diajukan oleh tim Honda dan akan menjadi pertimbangannya dalam merencanakan masa depannya.
