Kemitraan Red Bull dengan Honda telah membawa kesuksesan bagi kedua tim dalam beberapa tahun terakhir di Formula 1. Namun, pada bulan Oktober 2020, Honda mengumumkan akan keluar dari F1 setelah musim 2021. Keputusan ini disebabkan oleh komitmen penuh Honda pada penelitian dan pengembangan unit tenaga masa depan, serta dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Red Bull kemudian mengambil tindakan dengan membentuk Red Bull Powertrains-Ford, sementara Honda bekerja sama dengan Aston Martin untuk regulasi unit daya baru pada 2026.
Awalnya, Red Bull dan Honda mencoba untuk menyelamatkan kemitraan mereka hingga akhir 2025 dengan kesepakatan berbayar, di mana Honda akan memberikan dukungan teknis dan mesin untuk Red Bull Racing. Namun, pada November 2022, Honda mengubah pikirannya ketika peraturan 2026 yang menawarkan persentase tenaga hibrida yang lebih besar mulai muncul. Meskipun Honda tertarik untuk kembali ke F1, Red Bull sudah terlanjur mengembangkan proyek powertrain-nya sendiri.
Pada Mei 2023, Honda menemukan kesepakatan dengan tim Aston Martin, sementara Red Bull Powertrains menjalin kemitraan teknis dengan Ford. Meskipun tantangan besar di depan mereka, Red Bull percaya bahwa memiliki kontrol penuh atas produksi mesin mereka sendiri akan membawa manfaat jangka panjang. Meskipun demikian, tim ini sadar akan tantangan yang dihadapinya dalam bersaing dengan pabrikan-pabrikan besar lainnya. Meski memiliki pengalaman yang lebih sedikit, Red Bull berkomitmen untuk berjuang di jalur yang mereka pilih dan optimis dengan masa depan mesin yang diproduksi di Milton Keynes.
