Adrian Newey, yang merupakan Managing Technical Partner baru di Aston Martin, menjelaskan mengapa dia memutuskan untuk meninggalkan Red Bull setelah 18 tahun yang sukses. Keputusannya ini diambil setelah merasa tidak nyaman dengan dinamika kekuasaan di tim Red Bull, ditambah lagi dengan komentar Christian Horner yang membuatnya merasa tidak dihargai. Dalam sebuah wawancara dengan Auto Motor und Sport, Newey juga menyampaikan bahwa ia sudah tidak merasa menjadi dirinya sendiri jika terus bertahan di Red Bull.
Di sisi lain, Newey merasa tidak perlu mencari uang lagi dan bisa santai di pantai, namun dia masih ingin terus bekerja karena desain mobil balap adalah cita-citanya sejak kecil. Kepergian Newey dari Red Bull pada tanggal 1 Mei, bersamaan dengan penurunan performa tim. Sergio Perez juga mengalami kesulitan mendapatkan posisi terbaiknya, sementara Max Verstappen hanya mampu memenangi lima dari 19 balapan berikutnya. Masalah teknis dan ketidaksesuaian antara data CFD dan simulator menjadi salah satu kendala performa tim Red Bull.
Newey akan mulai bergabung dengan Aston Martin pada 1 Maret setelah masa cuti panjangnya berakhir. Ia melihat proyek ini memiliki kesamaan dengan tim Red Bull pada tahun 2006, saat tim tersebut masih muda. Newey berharap untuk membawa pengalaman dan keberuntungannya dalam merancang mobil balap ke tim baru ini. Saat ini, ia sedang menantikan tantangan baru yang dihadapi di tim yang berbeda dengan Red Bull.
