Pecinta alam adalah orang yang mencintai alam semesta beserta isinya, termasuk dirinya sendiri. Bagaimana pula dengan mereka yang memiliki hobby berpetualang di alam bebas? Dapatkah mereka kita sebut pecinta alam? Tampaknya memang ada kerancuan makna dalam istilah “Pecinta Alam” tersebut: antara mereka yang mencintai alam (lingkungan) dengan mereka yang gemar berpetualang di alam bebas. Di Eropa dan Amerika, ada suatu terminologi yang jelas bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia kepecintaalaman, seperti envi-ronmentalist (pecinta lingkungan hidup: Green Peace), naturlist (pecinta alam seperti sebagaimana adanya), adventure (petualangan/penjelajah), mountaineers (pendaki gunung), outdoor sports/activities (olahraga alam bebas: berkemah, gantole, menelusuri gua, masuk hutan, menyusuri gua, dan sebagainya).
Pencinta alam atau petualang? Dua nama, pencinta alam dan petualang seolah-olah merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Namun, secara etimologi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa keduanya tidak memiliki hubungan satu sama lain. Dalam KBBI, pecinta (alam) adalah orang yang sangat suka akan (alam), sedangkan petualang adalah orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya, mengandung resiko tinggi, dan sebagainya.
Dengan demikian, secara etimologi jelas disiratkan bahwa keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda, meskipun ruang gerak aktivitas yang dipergunakan keduanya sama, yaitu alam. Perbedaan itu tidak hanya sebatas lingkup istilah saja, tetapi juga langkah yang dijalankan. Seorang pencinta alam lebih populer dengan gerakan enviromentalisme-nya, sementara petualang lebih erat dengan aktivitas-aktivitas adventure-nya seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, pengarungan sungai, dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.
Petualang, sebenarnya, sangat identik dengan seseorang yang memiliki keberanian dan rasa ingin tahu yang besar. Seorang petualang bisa dibilang sebagai penjelajah yang siap bertaruh dengan segala hal yang dimilikinya, termasuk nyawanya. Seorang petualang alam sejati tidak akan pernah berhenti untuk menjelajahi alam yang belum pernah Ia jejaki. Mereka berpetualang untuk memenuhi kebutuhan diri dan menyatisfikasi rasa ingin tahu yang besar di dalam pikirannya.
Kita bisa mengambil contoh seorang “Amerigo Vespucci atau Columbus” yang gemar berpetualang. Sampai kini, orang-orang akan tetap mengenangnya sebagai penemu benua Amerika. Padahal, meskipun benua Amerika sudah ada sebelumnya, namun karena mereka berani menyeberangi samudera Atlantik yang dianggap penuh bahaya, maka mereka menjadi lebih dikenal. Keberanian dan semangat petualang adalah yang membuat mereka abadi karena hasil penjelajahan mereka akan selalu dikenang.
Dalam hal mendaki gunung, Aep Saefulloh adalah seorang staff Desa Talagasari yang memiliki hobi mendaki gunung dari Gunung di Provinsi Banten hingga luar Provinsi Banten. Ia telah menaklukkan beberapa gunung di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah. Keinginannya untuk mendaki Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat belum terwujud karena kondisi alam yang tidak bersahabat di sana. Semoga di tahun 2022, Aep dapat mewujudkan impian tersebut dan dapat merasakan keindahan Gunung Rinjani.
Apapun sebutan seseorang, baik itu pencinta alam atau petualang, dapat bersama-sama bersyukur atas ciptaan Tuhan ketika melihat keindahan alam. ‘{}’
