Davide Tardozzi, seorang manajer tim berusia 66 tahun yang lahir di Ravenna dan hanya berjarak 100 kilometer dari Bologna, akan memasuki musim keduabelas bersama tim pabrikan Ducati. Ia dikenal sebagai salah satu manajer tim paling lama dan paling dikenal di paddock MotoGP. Tugasnya adalah menjaga keseimbangan dan keharmonisan di garasi tim, dimana selalu ada keharmonisan yang luar biasa di antara para pembalap. Namun, keharmonisan ini mungkin terpengaruh dengan kedatangan seorang juara dunia sekaliber Marc Marquez.
Menurut Tardozzi, keputusan Marquez untuk bergabung dengan Ducati merupakan sumber kepuasan yang luar biasa. Ia merasa bangga dan mengakui bahwa Ducati adalah pilihan yang tepat untuk mencoba memenangkan Kejuaraan Dunia lagi. Pengembangan yang telah dilakukan sejauh ini juga mendapat pujian dari Tardozzi, terutama kesuksesan dalam membawa Francesco Bagnaia meraih prestasi yang luar biasa.
Ducati dipastikan akan memiliki duet terbaik musim ini menurut Tardozzi, dengan Marquez dan Bagnaia sebagai andalannya. Ia memberikan pujian kepada keduanya atas kecerdasan dan profesionalisme yang mereka tunjukkan. Meskipun tantangan menjaga keseimbangan di garasi tim tidak mudah, Tardozzi yakin bahwa rasa hormat antara para pembalap akan memudahkan pengambilan keputusan.
Marquez, yang berambisi untuk terus menambah koleksi gelar juaranya, mencuri perhatian Tardozzi dengan kerendahan hati yang luar biasa. Ia bersikap seolah-olah belum pernah menang dalam persaingan, dan Tardozzi yakin bahwa inilah kekuatan seorang juara sejati. Keputusan sulit antara Marquez dan Jorge Martin akhirnya diambil dengan bijaksana, dengan pilihan jatuh pada Marquez sebagai pembalap yang tepat untuk bergabung dengan Ducati.
Kedatangan Marquez ke Ducati menjadi topik hangat, dan Tardozzi yakin bahwa kehadiran sang juara akan memberikan dampak positif bagi tim. Dengan harapan besar untuk meraih gelar juara, Marquez dan Bagnaia siap bersaing dengan yang terbaik dalam MotoGP.
